“There’s a hero
If you look inside your heart
You don’t have to be afraid
Of what you are
There’s an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away…“
Hero, Mariah Carey
…
…
Pernah ngga sih kita bertanya,, sebenarnya apa impian kita saat kita kecil. Pasti beragam jawabannya, ada yang ingin menjadi pilot, ada yang astronot, ada yg mau jadi dokter,ato jadi ilmuwan, jadi tentara, jadi polisi, atau bahkan senaif menjadi direktur, haha2, saya sering tertawa jika mengingat sebagian saat-saat saya masih kecil. Tetapi ada satu hal yang pasti,, tiap-tiap kita pasti punya seorang superhero andalannya, ada yang ksatria baja hitam, power rangers, batman, robin, spidey, the flash, superman, ato yang lainnya. Saya sendiri memilih menjadi ksatria baja hitam. Dulu dimanapun saya berada,, entah sedang di rumah saudara, atau sedang berjalan-jalan di mall,, pasti saya akan merengek untuk mencari televisi saat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore di hari selasa kalau tidak salah. Kalau sedang di rumah, di hari itulah saya akan mandi terlebih dahulu sebelum disuruh oleh orang tua saya (walaupun di hari lain biasanya saya selalu dikejar-kejar untuk segera mandi, maklum anak kecil,, haha2..). jadi nostalgia masa kecil gini. Intinya saya suka sekali ketika dia selalu berusaha menyelamatkan dunia saat itu, walaupun dengan berbagai perubahan-perubahannya seperti Ksatria Baja Hitam Rx, Rx Bio, dan Rx Robo. Lagi-lagi saya ngelantur kemana-mana,, ; p.
Saya yakin sekali,, tiap-tiap kita, sadar atau tidak sadar di hati kecilnya pasti ingin menjadi pahlawan. Menurut saya itu panggilan jiwa sebenar-benarnya. Menyelamatkan dunia,, walaupun bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap orangnya, merupakan cita-cita terbesar setiap orang walaupun kadang kita tidak sadar. Yang pasti kita pasti,, dahulu saya sangat menyukai akhir cerita film dimana sang pahlawan menyelamatkan banyak orang di episode itu lalu si penjahat lagi-lagi terkalahkan. Kenikmatan terbesar dari menonton keseluruhan film menurut saya, saat melihat si pahlawan dan si penjahat dua-duanya mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan.
Ato kejadian simpel,, pernah ngga ngelihat ibu-ibu mau nyeberang dan kemudian kita pengen banget bantuin, dan setelah nyeberangin si ibu rasanya seneng banget kaya habis nyelametin dunia,, haha2.. Ato di jalan ngelihat bapak-bapak pusing karna mobilnya mogok,, pasti timbul keinginan walaupun terkadang keinginan itu suka kita acuhkan dengan alasan lagi buru-buru (yang biasanya kalo sering diacuhkan keinginan-keinginan ini jadi jarang muncul),, dan lagi-lagi setelah ngebantu ngedorongin pasti rasanya puas banget.. Saya yakin banget there’s a hero inside us. Yang selalu meminta diri untuk menjadi berguna bagi orang lain, yang selalu mendesak diri untuk membantu siapapun yang kita lihat butuh bantuan,, namun terkadang perasaan-perasaan itu sering kita kubur dengan alasan,, malas,, cape,, ato bahkan sibuk dan tidak ada waktu. Padahal sebenarnya setiap orang-orang yang terlihat butuh bantuan kita dan kita memiliki kemampuan untuk membantunya,, menurut saya adalah kesempatan dan kemurahan hati yang diberikan Allah untuk dapat membuat batin kita menjadi lebih tenang dan nyaman. Ada satu tulisan yang saya suka, saya pernah meminta izin kepada si penulis untuk mencantumkan tulisannya ke dalam salah satu kampanye saya saat di MTI,
“kekayaan hidup adalah pada memberi dengan sepenuh tulus, pada melayani dengan sepenuh cinta. Tiap sesuatu yang kita bagi dengan orang lain, waktu; tenaga; harta; perhatian; akan menjejakkan bekas pada batin yang meyakinkan diri ini bahwa : semua yang telah kita berikan itulah yang sesungguhnya kita miliki. Karena padanya kita memiliki kendali untuk menyerahkannya pada orang lain, Bukankah kita tidak berhak memberikan kepada orang lain sesuatu yang bukan milik kita..?” M.Firman Biologi ITB’96
Lalu kita melihat lagi kehidupan kita sekarang. Apa yang sebenarnya sedang kita kejar? apa yang sebenarnya ingin kita wujudkan dalam hidup..? Bagaimana perasaan kita jika tiba-tiba kita dihadapkan pada diri kita yang masih anak-anak,, apakah diri kita itu akan bangga melihat apa yang kita lakukan sekarang? apakah kita telah memenuhi panggilan hati kita untuk menjadi seorang pahlawan? Dosen yang saya sukai yaitu Pak Gede Raka pernah berkata,, jika kamu ingin mengetes seberapa bangga kamu akan diri kamu, dan apakah jalan yang kamu jalani ini adalah jalan yang baik,, ada dua hal yang harus kamu tanyakan,, “Does it balance or fair..?” dan yang kedua “Is it make you proud..?”. Apakah yang kamu lakukan layak untuk dilakukan? Apakah apa yang kamu lakukan dapat membuatmu bangga..?
Jika kamu belum cukup yakin dengan jawabannya,, coba tanyakan lagi,, “Bila semua perbuatanmu saat ini dimasukkan di koran,, dan disana ditulis bahwa kau adalah anak dari ibu dan bapakmu,, apakah kau akan senang saat orang lain tahu apa yang sedang kau lakukan? Dan apakah kedua orang tuamu akan meneteskan air mata bangga karena telah membuat jerih payah mereka berdua berarti..?”
Jika jawaban dari beberapa pertanyaan tadi kurang memuaskan dirimu,, bersiaplah untuk malu dengan dirimu yang masih berumur 7 tahun. Karena walaupun dia belum mampu berbuat banyak, tapi dia masih ingin menjadi pahlawan, untuk bekerja keras demi kebaikan orang lain.
Saya pun akan malu jika bertemu dengan saya yang masih berumur 7 tahun,, dan mungkin akan menangis dan meminta maaf,, karna saya mungkin masih jauh dari berguna bagi orang banyak..
Tulisan ini mengingatkan saya akan pengalaman yang paling berkesan selama saya menjabat di MTI. Saat itu menjelang liburan kuliah,, bersama beberapa orang teman,, kami berjuang kesana-kemari untuk menyelamatkan status mahasiswa beberapa sahabat kami di TI,, yang mungkin efeknya buat mahasiswa-mahasiswa lain juga di ITB. Saya cuma ingin berterimakasih kepada mereka semua,, baik yang bekerja sama dengan saya, maupun yang kami coba perjuangkan waktu itu. Karena mereka membuat diri saya merasa sedikit berharga dan berguna bagi orang lain saat itu, yang perasaan itu mungkin saat ini sangat saya rindukan. Rindu sekali.
…
…
Untuk semua mimpi yang pernah tertanam
Untuk semua pribadi yang sedang mencari jalan mewujudkan kepahlawanannya
Semoga behasil menjalankan panggilan dan amanah jiwa kita masing-masing
Jumat, 4 Juli 2008
…
…
Sumber Inspirasi:
Pak Prof. Dr. Ir. Ida I Dewa Gede Raka, MEIE


